Toyota Berharap Prius PHEV Dipasarkan Sebelum Akhir Tahun

Toyota merespons kebijakan pemerintah soal elektrifikasi transportasi. Mereka kini tengah ancang-ancang menyambut datangnya Prius PHEV. Mobil hybrid dengan jangkauan mode elektrik yang lebih jauh ketimbang hybrid biasa, dengan memaksimalkan efisiensi bahan bakar.

Kendati demikian, Pihak Toyota Motor Corp. masih belum merestui keinginan Toyota Astra Motor. Belum ada tanda-tanda lampu hijau untuk memasarkan Prius PHEV di Indonesia. “Satu yang sedang kami tunggu itu plug-in hybrid ya, sebenarnya ‘PR’ nya lebih banyak ke TMC sebagai prinsipal, karena kami perlu meminta izin mereka untuk introduce di Indonesia,” tutur Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director PT TAM. Ia masih berusaha agar bisa diluncurkan tahun ini di Indonesia.

Toyota Prius PHEV mengusung mesin 4-silinder 1.800 cc DOHC VVT-i dengan tambahan dua motor listrik. Daya 121 PS berikut torsi puncak 249 Nm, mampu dihasilkan dari sistem ini. Saat baterai berkapasitas 8.8 kWh dan tangki bensin terisi penuh, perhitungan konsumsi bahan bakar hampir mencapai 57 km/l. Mode full EV bisa membawa Prius menempuh jarak hingga 40 km. Konsumsi bahan bakar lebih efisien ketimbang hybrid biasa, sebab kapasitas baterai lebih besar dan dapat diisi melalui sumber listrik eksternal.

Pemerintah kini tengah menggalakkan program elektrifikasi di industri otomotif. Kebijakan dan infrastruktur pendukung pun sedang dibenahi melalui Perpres no 55 Tahun 2019. Meski pengenaan skema PPnBM yang baru masih belum jelas kapan berlakunya, PT TAM tetap ingin segera memboyong Prius PHEV memasuki pasar Indonesia. “Karena pemerintah sedang menggalakkan elektrifikasi, kami mau support tidak hanya dari hybrid biasa tapi PHEV juga,” ungkap Anton.

Skema pajak PPnBM ke depannya tak lagi membedakan dari bentuk bodi dan sistem penggerak. Fokus utama berganti haluan menjadi konsumsi bahan bakar serta emisi gas buang. Skema ini dinilai menguntungkan kendaraan yang benar-benar ramah lingkungan. Pasalnya, semakin rendah emisi yang dihasilkan, maka pengenaan pajaknya pun semakin ringan. Berdampak pada harga jual mobil ramah lingkungan seperti Hybrid, PHEV dan sejenisnya yang lebih terjangkau.

Tentu langkah ini bisa membantu Indonesia memiliki kualitas udara, yang jauh lebih bersih dengan mengurangi emisi gas buang. Kendaraan bermotor listrik jadi lebih leluasa masuk Tanah Air. Selain itu, kebijakan baru dapat mengatasi bias pajak seperti pembebanan pada kendaraan yang dianggap ramah lingkungan selama ini.

Berdasarkan perhitungan PT TAM, harga jual Prius PHEV bisa di bawah Rp 1 miliar. Terdapat kemungkinan berubah ketika nanti terealisasi masuk pasar Indonesia. Sebab banyak faktor yang melibatkan penentuan harga seperti status mobil CBU Jepang, lalu ketidakpastian nilai tukar mata uang, serta berbagai hal lainnya. Namun mereka tetap optimis dapat memasarkan PHEV ini di bawah Rp 1 miliar.

Stay Connected

Model Terpopuler

New Calya
8 Type
Dilihat: 587x
New Agya
5 Type
Dilihat: 374x

Rekening Pembayaran

BANK Centra Asia (BCA)
No Rekening 0390.983.832
A/N. PT. Astra International Tbk

JEJAK PENGUNJUNG

20020
Hari ini : 36
Kemarin : 57
Bulan ini : 612
Tahun ini : 5923
Who's Online : 2